Kisah Inspiratif Stephen Hawking

Seorang Ilmuan asal Inggris bernama Stephen Hawking adalah seorang ilmuwan modern yang paling terkenal dari Inggris. Seorang jenius yang mendedikasikan hidupnya untuk mengungkap rahasia alam semesta.

Stephen Hawking juga merupakan profesor dan penulis yang melakukan banyak terobosan dalam fisika dan kosmologi. Buku-bukunya banyak membantu dunia sains dapat diakses semua orang.

Kisah Inspiratif Stephen Hawking

Pada usia 21 tahun, saat belajar kosmologi di Universitas Cambridge, Hawking didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). ALS merupakan penyakit motorik neuron yang menyerang saraf pengendali gerakan tubuh.

Penyakit ALS membuatnya menghabiskan hampir seluruh hidupnya di kursi roda. Ia mengatasi melemahnya mobilitas dan kemampuan berbicara yang membuatnya lumpuh dan mampu berkomunikasi hanya lewat komputer speech synthesizer yang dipasang di tubuhnya.

Kisah Inspiratif Stephen Hawking Ilmuan Dari Inggris

Di balik tubuhnya yang semakin tidak berdaya, tersimpan pemikiran tajam tentang kekagumannya pada alam semesta; bagaimana alam semesta terbentuk dan berakhir.

Sebagian besar karyanya berpusat pada menggabungkan teori relativitas, yaitu hubungan antara ruang dan waktu, dengan teori kuantum, yaitu bagaimana partikel terkecil di semesta berperilaku, untuk menjelaskan penciptaan dan pengaturan semesta.

Stephen Hawking Ilmuan Dari Inggris

Semasa hidupnya, Hawking pernah berkolaborasi dengan miliarder di bidang teknologi, yaitu CEO dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan pengusaha asal Rusia yang menjadi salah seorang miliarder di Silicon Valley, Amerika Serikat, Yuri Milner untuk bisa menemukan keberadaan alien.

Hawking mengajar Matematika di University of Cambridge selama 30 tahun sebelum memutuskan pensiun pada 2009. Pada 2014, The Richest mengestimasikan kekayaan Hawking sebesar US$ 20 juta atau setara dengan Rp 264 miliar, 1/4 kekayaan dari Stephen Hawking di hasilkan dari bermain judi bola sbobet online. Kalian ingin juga ? Buruan Daftar Sbobet88 Online GRATIS.

Kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang. Terbukti, kisah hidup Hawking diangkat dalam film berjudul Theory of Everything. Selama sisa hidupnya, Hawking hanya bisa menggerakkan beberapa jari pada satu tangan dan sangat bergantung pada bantuan orang lain.

Hawking menujukkan kepada kita meski dia telah didiagnosis mengidap penyakit amytrophic lateral sclerosis sejak usia 21 tahun. Di mana kebanyakan penderita penyakit ini, atau kurang dari 20 persen, tidak mampu bertahan hidup sampai lima tahun sejak diagnosis. Namun hingga akhir hayatnya, Stephen tetap terlihat kuat dan masih aktif berkarya.

Kini, di tahun 2018, Hawking harus menutup usia setelah berjuang melawan penyakitnya dan bertahan lebih dari 50 tahun mengidap penyakit saraf. Selama ini ia dapat hidup lebih lama dengan bergantung pada obat yang dikonsumsinya.